etika dalam memperoleh informasi dari internet

by - September 18, 2018

ETIKA DALAM MEMPEROLEH INFORMASI DARI INTERNET.
Internet di jaman sekarang ini bukanlah suatu barang langka, Internet punya akibat sesuai dengan apa yang dilakukan oleh penggunanya, bisa berakibat baik ataupun berakibat buruk. Internet sebagai media Informasi dapat diakses oleh siapa saja yang ingin mengaksesnya, tentunya dengan visi dan misi masing-masing pengguna internet. Dari hal tersebut, ijinkan lah saya mengungkapkan beberapa opini tentang Etika memperoleh informasi dari internet.
1.      Internet bisa menyesatkan, oleh karena itu cerdas lah Anda sebagai pengakses informasi melihat siapa yang memposting. Internet dapat digunakan untuk memposting apapun pendapat dari penggunannya, dan setiap pengguna mempunyai visi masing-masing dari apa yang dipostingnya. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan hal-hal yang berbau menimbulkan perbedaan kepentingan dari dua belah pihak, misalnya saja, Pajak. Pajak dari sisi Fiskus tentu saja ingin mendapatkan pajak yang besar, namun dari sisi pihak yang membayar pajak tentu saja ingin mengecilkan pajak. Dari pihak Fiskus, tentu akan memposting hal-hal yang baik berkenaan dengan pajak, misalnya memposting mengenangi Pajak itu diperbolehkan dalam agama, Pajak itu digunakan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dan sebagainya. Namun di pihak yang membayar pajak,  tentu saja mereka akan memposting Pajak itu haram dan tidak diperbolehkan dalam agama, Pajak tidak diperbolehkan, yang diperbolehkan hanyalah zakat, Pajak dalam realisasi nya tidak digunakan guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Pajak banyak dikorupsikan, dan sebagainya. Oleh karena itu kita sebagai pengguna internet harus cerdas dalam menggunakan internet, khususnya dalam mencari hal-hal yang bertentangan. Usahakan untuk melihat siapa pihak yang memposting, carilah pihak-pihak pemosting yang kiranya tidak mempunyai kepentingan pribadi atas hal-hal yang akan kita cari di Internet.
2.      Perhatikan tanggal waktu pemostingan. Biasanya, dari pengalaman penulis, apabila kita menggunakan mesin pencari, beberapa hasil akan memunculkan tanggal kapan pengunggah memosting tulisannya. Dari hal tersebut, bisa dijadikan tolak ukur atas hal apa yang terjadi pada saat pengunggah memposting tulisannya. Misalnya kembali mengenai Pajak. Pada saat tahun 2012, saat itu salah satu Organisasi mangancam akan memboikot salah satu umat beragama untuk tidak perlu membayar pajak, mereka beralasan Uang Pajak tidak digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik, Uang Pajak digunakan Oknum Pegawai Pajak untuk korupsi. Dari penjelasan tersebut, bisa diketahui bahwa apa yang sedang terjadi saat itu menjadi pengaruh terhadap apa yang diunggah. Maka cerdas lah Anda dalam melihat kapan tanggal pemostingan, sebab bisa jadi tulisan yang Anda sedang lihat sudah tidak cocok lagi dengan waktu kapan Anda melihatnya.
3.      Internet tidak boleh sekonyong-konyong dijadikan tolak ukur jawaban atas suatu permasalah. Ketika Anda memiliki permasalahan, di jaman sekarang ini sudah dipermudah mencari jawaban atas salah satu permasalahan yang Anda hadapai, salah satunya dengan menggunakan media Internet. Ingatlah, sumber-sumber lain masih ada, jangan lupa untuk menggunakan sumber-sumber lain untuk mencari jawaban atas permasalahan Anda. Carilah orang-orang/pihak-pihak yang mempunyai ilmu atas permasalahan yang Anda hadapi!, jangan gunakan internet semata-mata menjadi sumber jawaban Anda.
Baiklah, saya rasa itu dulu postingan kali ini, Ingat, Pintar-Pintar lah Anda, sebab orang pintar sudah banyak! (y)       


You May Also Like

0 komentar