Hilang Sendal

by - September 18, 2018



Sudah beberapa kali maghrib aku hilang sendal. Mulai dari sendal ku yang paling murah sampai yang murah. Datang ke mesjid sebelum orang adzan memungkinkanku untuk bisa menaruh sandal sesuai keinginanku, tapi biasa aku taruh di depan pintu masjid, dengan alasan saat keluar masjid sendalku cepat kutemukan. 

Tapi alangkah kagetnya aku, maghrib ini kembali sendalku hilang, kucari mulai dari tempat aku menaruhnya tadi, sekelilingnya, rak sepatu masjid, tapi tetap jua tidak kutemukan. Aku melihat-lihat di rak sepatu, Apakah ada sandal berdebu yang tinggal disitu? ternyata juga tidak ada. Maklum saja ini sudah kejadian beberapa kali, terakhir ini kejadian marbot masjid menyuruhku menggunakan sendal jamaah masjid yang pernah tertinggal, sandal berdebu dan kehilangan pemilik, tapi sial kali ini sandal berdebu itu tidak kutemukan.

Terpaksa aku pulang tanpa sendal. Ku engkol sepeda motor tua ku, tanpa sendal; beberapa jamaah yang keluar melihatku sesekali, mereka tahu bahwa aku kehilangan sendal, tapi apa daya mereka tidak mungkin meminjami satu sendal mereka, karena sendal tidak pernah bisa hidup sendiri tanpa pasangannya.

Setiba dirumah kuceritakan hal tersebut kepada nenek ku, aku hilang sendal. Nenek hanya tersenyum dan berkata “Nanti juga paling ketemu lagi cu, itu palingan orang salah colok sandal, maklum saja jamaah masjid itu sudah banyak yang tua, bisa dihitung berapa banyak orang muda yang datang ke masjid itu.”  

Adzan isya berkumandang, aku bergegas menuju masjid menggunakan motor tua ku. Setibanya di masjid, benar saja sendal ku ternyata ada dan bertengger tepat di depan pintu masjid, ini terjadi untuk ketiga kalinya, orang salah colok sendal; Pikirku, Apakah ada orang iseng yang sembarang colok sendal?, Apakah karena jamaah masjid ini sudah pada sepuh dan matanya sudah kurang awas?; sepertinya apa yang dikatakan nenek benar, jamaah masjid ini sudah pada tua, sudah sedikit sekali orang muda yang datang ke masjid untuk sholat berjamaah, imam pun hanya itu-itu saja, para jamaah banyak saling sorong-sorongan untuk menjadi imam. Lantas, kemanakah orang muda?, Apakah nanti sendal ku akan benar-benar hilang?  

You May Also Like

0 komentar