motret gampang
oke di share kali ini, saya akan coba berbagi ilmu bagaimana cara motret menurut saya. dalam dunia fotografi teknis itu semua bisa dipelajari, yang agak tidak mudah dipelajari adalah soal rasa dalam foto itu. masalah teknis sejak jaman dulu sampai sekarang sepertinya dunia fotografi masih terikat dengan yang namanya segitiga exposure, ketika foto terlalu gelap maka bisa dikatakan under exposure, terlalu terang maka over exposure. nah, sekarang apa exposure itu?
exposure itu menurut saya gabungan dari tiga elemen yaitu "Shutter Speed", "Diafragma/Apperture", dan "ISO". jangan lupa ya fotografi merupakan kegiatan merekam cahaya, jadi hasil foto akan sangat berpengaruh dengan cahaya.
-Shutter Speed adalah kecepatan kamera membuka shutter, apa ya shutter itu bahasa indonesia nya aku lupa, intinya pas jepret menekan tombol shutter, nah seberapa cepat kamera merekam cahaya itulah lah shutter speed. 1/10 detik itu shutter speed nya lambat, 1/500 itu bisa dikatakan shutter speednya cepat. intinya kalo foto tidak mau blur, usahakan shutter speed nya lebih minimal adalah sepanjang lensa, misal Anda menggunakan lensa fix (lensa yang tidak bisa dizoom), usahakan shutter speed terlambat jika Anda tidak mau fotonya blur adalah dengan kecepatan minimal 1/50, jika Anda gunakan kecepatan 1/30, 1/20, 1/10 atau bahkan 1 detik, dijamin jika Anda ingin membekukan gerakan, foto Anda wassalam.
-diafragma/Apperture/bukaan adalah bukaan lensa, jika Anda lihat lensa Anda, didalamnya ada kayak bilah- bilah pedang kayak gambar diatas, nah bilah-bilah pedang itulah yang akan menentukan seberapa besar lubang lensa yang akan dimasuki cahaya. semakin besar lubang lensa yang terbuka maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk kedalam lensa, begitu sebaliknya. tapi ada satu yang unik, yaitu untuk diafragma ini agak terbalik dengan shutter speed, jika shutter speed 1/500 itu dikatakan cepat dan 1/10 itu shutter speed lambat, maka untuk diafragma/bukaan/apperture ntah apalah namanya bukaan besar itu adalah f/1.8, f/2.8 dan bukaan kecil itu f/8, f/11 dst. untuk motret kepengen bokeh (dibelakangnya blur) gunakan bukaan besar, sementara untuk foto pemandangan gunakan bukaan kecil.
ok cukup belajar shutter speed dan apperture, saya ajari cara mudahnya, GUNAKAN MODE "P" saja, biar kamera yang atur shutter speed dan diafragma/bukaan/apperture nya, kita cuma perlu atur ISO.
pada gambar diatas, mode kamera adalah A, apa itu A? mari kita bahas.
untuk nikon ada 5 mode foto yang biasa digunakan, yaitu:
AUTO: artinya kamera yang mengatur shutter speed, bukaan/Apperture/diafragma dan ISO. saya kurang suka mode ini karena saya mau menentukan ISO sendiri.
P: atau "Program" artinya kamera mengatur bukaan/Apperture/diafragma dan shutter speed sendiri, kita hanya perlu mengatur ISO.
A (di Canon AV) : atau "Apperture" artinya kita mengatur Apperture dan ISO secara manual, kamera akan mengatur shutter speed secara otomatis.
S (di Canon TV): atau "Speed" artinya kita mengatur Shutter Speed dan ISO secara manual, kamera akan mengatur bukaan/Apperture/diafragma secara otomatis.
M: atau "Manual" artinya kita mengatur Shutter speed, bukaan/Apperture/diafragma, ISO semua secara manual, sangat jarang saya gunakan, untuk apa repot-repot ngatur sendiri, kamera itu udah pintar, kita tidak perlu pusing ngatur sendiri, lebih baik pikirkan komposisi foto, momen dan sebagainya daripada sibuk ngatur-ngatur kamera, hha..
oh iya, saya belum membahas ISO. ISO atau ASA adalah tingkat kesensitifan sensor kamera terhadap cahaya. semakin kecil ISO maka akan semakin halus gambar yang dihasilkan, begitu sebaliknya semakin besar ISO nya, maka semakin kasar gambar yang dihasilkan, biasanya akan muncul noise (bintik-bintik dalam gambar nya). ISO kecil adalah 100, 200. ISO besar adalah 1600, 3200 dst. dalam pengalaman saya motret, saya akan menggunakan ISO 200 saat saya motret diluar ruangan dan 1600 saat didalam ruangan. saya rasa itu sudah pas
ok, saya akan rangkum biar singkat, kalo mau motret menggunakan NIKON kebiasaan saya adalah menggunakan mode "P" tinggal atur ISO, dalam ruangan ISO 1600 diluar ruangan ISO 200 dan jepret, satu hal yang paling penting, kalo motret pake DSLR/Mirrorless, jangan langsung pencet tombol shutter secara penuh, tapi adalah dengan menekan separuh tombol shutter nya, sampai bunyi suara "beep" atau muncul lingkaran merah (pertanda kamera sudah fokus di titik merah itu) baru tekan penuh tombol shutter nya, kalo Anda langsung tekan penuh tombol shutter sebelum kamera fokus, ya wassalam foto Anda akan blur
oh iya satu lagi, di kamera itu ada garis exposurenya, kalo saya motret saya selalu letakkan di titik 0, artinya pas, jika Anda taruh -1, -2, -3 maka pasti akan under exposure, begitu sebaliknya jika Anda taruh di titik +1, +2, +3 maka foto akan over exposure. untuk mempelajarinya silahkan pelajari exposure compensation. tapi Anda tidak perlu khawatir, selama Anda menggunakan mode "P" pasti ga bakalan Under/Over exposure nya, hhe...
pada gambar diatas, saya akan menjelaskan EXIF nya. EXIF adalah data foto. EXIF diatas adalah shutter speed 30detik, apperture f/5.6, ISO 200, nah yang saya maksud garis exposure adalah metering diatas, contoh kamera diatas, metering nya berada di titik 0, artinya pas.
nah, gambar diatas lebih jelas tu metering di garis exsposure, inti kita sibuk mengatur ISO, Apperture dan Shutter Speed adalah memang untuk membuat garis metering ini diposisi yang pas.
ok, sekian dulu share nya, saya hanyalah newbie di dunia jepret2, saya hanyalah pemburu hadiah yang hingga artikel ini terbit saya belum pernah juara dalam lomba fotografi, semoga dengan saya berbagi ilmu bisa menjadi ilmu yang bermanfaat
exposure itu menurut saya gabungan dari tiga elemen yaitu "Shutter Speed", "Diafragma/Apperture", dan "ISO". jangan lupa ya fotografi merupakan kegiatan merekam cahaya, jadi hasil foto akan sangat berpengaruh dengan cahaya.
![]() |
| gambar I. Shutter Speed |
-Shutter Speed adalah kecepatan kamera membuka shutter, apa ya shutter itu bahasa indonesia nya aku lupa, intinya pas jepret menekan tombol shutter, nah seberapa cepat kamera merekam cahaya itulah lah shutter speed. 1/10 detik itu shutter speed nya lambat, 1/500 itu bisa dikatakan shutter speednya cepat. intinya kalo foto tidak mau blur, usahakan shutter speed nya lebih minimal adalah sepanjang lensa, misal Anda menggunakan lensa fix (lensa yang tidak bisa dizoom), usahakan shutter speed terlambat jika Anda tidak mau fotonya blur adalah dengan kecepatan minimal 1/50, jika Anda gunakan kecepatan 1/30, 1/20, 1/10 atau bahkan 1 detik, dijamin jika Anda ingin membekukan gerakan, foto Anda wassalam.
![]() |
| gambar II. diafragma/bukaan lensa |
ok cukup belajar shutter speed dan apperture, saya ajari cara mudahnya, GUNAKAN MODE "P" saja, biar kamera yang atur shutter speed dan diafragma/bukaan/apperture nya, kita cuma perlu atur ISO.
![]() |
| gambar III. tombol mode kamera |
untuk nikon ada 5 mode foto yang biasa digunakan, yaitu:
AUTO: artinya kamera yang mengatur shutter speed, bukaan/Apperture/diafragma dan ISO. saya kurang suka mode ini karena saya mau menentukan ISO sendiri.
P: atau "Program" artinya kamera mengatur bukaan/Apperture/diafragma dan shutter speed sendiri, kita hanya perlu mengatur ISO.
A (di Canon AV) : atau "Apperture" artinya kita mengatur Apperture dan ISO secara manual, kamera akan mengatur shutter speed secara otomatis.
S (di Canon TV): atau "Speed" artinya kita mengatur Shutter Speed dan ISO secara manual, kamera akan mengatur bukaan/Apperture/diafragma secara otomatis.
M: atau "Manual" artinya kita mengatur Shutter speed, bukaan/Apperture/diafragma, ISO semua secara manual, sangat jarang saya gunakan, untuk apa repot-repot ngatur sendiri, kamera itu udah pintar, kita tidak perlu pusing ngatur sendiri, lebih baik pikirkan komposisi foto, momen dan sebagainya daripada sibuk ngatur-ngatur kamera, hha..
oh iya, saya belum membahas ISO. ISO atau ASA adalah tingkat kesensitifan sensor kamera terhadap cahaya. semakin kecil ISO maka akan semakin halus gambar yang dihasilkan, begitu sebaliknya semakin besar ISO nya, maka semakin kasar gambar yang dihasilkan, biasanya akan muncul noise (bintik-bintik dalam gambar nya). ISO kecil adalah 100, 200. ISO besar adalah 1600, 3200 dst. dalam pengalaman saya motret, saya akan menggunakan ISO 200 saat saya motret diluar ruangan dan 1600 saat didalam ruangan. saya rasa itu sudah pas
![]() |
| gambar IV. ISO |
| ||||
| gambar V. titik fokus |
![]() | |
| gambar VI. ilustrasi |
![]() |
| gambar VII. metering/garis exposure |
ok, sekian dulu share nya, saya hanyalah newbie di dunia jepret2, saya hanyalah pemburu hadiah yang hingga artikel ini terbit saya belum pernah juara dalam lomba fotografi, semoga dengan saya berbagi ilmu bisa menjadi ilmu yang bermanfaat







0 komentar