berbagi pengalaman mengikuti pameran foto hari pajak 2018
langsung saja di kesempatan kali ini saya akan share pengalaman tembus kurasi mengikuti pameran foto. terus terang saya bukanlah seseorang yang hebat di dunia jepret-jepret, saya hanya hobi saja, tapi izinkan lah saya untuk membagi pengalaman ini agar bisa jadi pengingat buat saya dan jadi ilmu yang bermanfaat.
ketika mengikuti pameran ini saya mengirimkan dua foto, dan foto yang masuk adalah foto ini:
jujur saja, saya kaget ketika tahu foto ini menjadi salah satu dari 23 foto terpilih untuk mengikuti pameran ini. oh iya, pameran foto ini adalah dalam rangka memperingati hari pajak nasional tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sedikit berbagi mengenai EXIF nya, foto diambil menggunakan nikon D300 lensa 50mm f1.8, shutter speed 1/500, f.9, iso 200. Tema yang diangkat dalam pameran kali ini adalah "Pajak dan Pembangunan". saat pertama mendapat info mengenai pameran ini di grup WA kantor, saya langsung membayangkan foto apa yang harus saya jepret. melihat dari tema, aku langsung membayangkan suatu pembangunan konstruksi yang dananya berasal dari pajak, berhubung aku sering jepret-jepret kumpulin stok foto, aku langsung bongkar-bongkar file foto yang aku punya. sedikit bercerita Mengapa aku memasukkan foto diatas adalah karena jemabatan diatas memang sedang dalam proses pembangunan dan memang gambarnya "wide" artinya menjangkau sebagian besar gambaran tentang pembangunan sebuah jembatan diatas sungai (sungai musi) dengan beberapa realita kehidupan masyarakatnya (yaitu menggunakan transportasi getek), sebenarnya ada yang kurang dari foto ini, yaitu awan nya yang tidak sedang biru, dalam lomba foto tunggal, foto seperti ini sudah bisa dipastikan akan "KO" karena lomba foto tunggal menuntut kesempurnaan sebuah foto, tapi berhubung inilah stok yang ada, aku paksa masukkin aja, namanya juga iseng-iseng berhadiah, hhe..
ok cukup cerita soal foto itu, kembali ke topik awal mengenai pameran foto. saat datang ke pameran foto, aku datang cukup pagi, sekitar pukul 6.20 pagi. tempat pameran adalah di Gedung Mar'ie Muhammad kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak lantai 1 ruang galeri, acara nya menurut undangan yang aku dapat adalah pukul 6.30 pagi. setibanya di lokasi pameran aku bertemu tiga orang yang sedang sibuk memasang nama pemilik foto dibawah foto-foto yang ada, disaat aku datang, diantara ketiga orang itu, ada satu orang yang sepertinya familiar menurutku, tapi berhubung aku takut malu karena salah orang, aku diam saja walau sebenarnya aku tahu itu Gathot Subroto, widyaiswara BDK Denpasar yang hobi motret dan sekarang menjadi Brand Ambassador Mirrorless Fujifilm seri X di Indonesia. aku menegur Beliau untuk menanyakan dimana tamu undangan yang lainnya, dan Beliau menjawab "belum pada datang kayaknya mas, mending sampean bantu copotin plastik bingkai ini sekalian pasangin nama-nama fotografer!", "oh siap pak" jawabku. Cukup lama aku hanya diam sambil mencopot plastik bingkai foto disamping Beliau, akhinya sekitar 5 menit kemudian, ada seseorang datang dan langsung menyalami Beliau seraya berkata "Pak Gathot!" aku langsung sumringah dalam hati, karena aku benar, ini pak gathot. langsung saja aku minta foto bareng Beliau, kapan lagi bisa foto bareng Beliau, biasanya kalo ketemu Beliau pasti dalam workshop ramean, tumben-tumben bisa ketemu di kesempatan seperti ini, hhe..
lanjut lagi ceritanya, selain ketemu pak Gathot, aku juga ketemu beberapa kawan baru fotografer dari beberapa daerah di Indonesia, ada yang dari Bali, surabaya, salatiga, semarang dan banyak lagi lainnya. di pameran ini ada yang membuatku tercengang, yaitu kehadiran sosok Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ternyata Beliau yang akan membuka pameran ini. Pak Gathot dan panitia menyarankan agar aku berdiri di depan fotoku, karena akan ditanyai Sri Mulyani, tapi berhubung aku punya misi lain, aku sibuk jepret-jepret orang lagi upacara peringatan hari pajak di lapangan depan gedung Mari'e Muhammad.
tak lama berselang setelah upacara selesai, bu Sri (panggilan akbrab Sri Mulyani) langsung membuka pameran foto dan lukisan dalam rangkaian acara peringatan hari pajak tahun 2018 yang jatuh tepat pada tanggal 14 Juli setiap tahunnya.
diawali dengan menekan tombol yang membuka pintu pameran, secara resmi Bu Sri membuka pameran tersebut, ada cukup banyak foto dan lukisan yang dipamerkan dalam acara ini, saya tapi ngga tahu dan ngga ngitung jumlahnya ada berapa, hha...
diatas adalah foto Sri Mulyani sedang melukis, Itu ngelukis apaann? hha..itu seperti angka 10, mungkin artinya Jokowi bakal 10 tahun, hha...ngaco.
sebelum meninggalkan pameran, tidak lupa kami minta foto bareng dengan Bu Sri, dan ini hasilnya:
dalam frame (dari kiri): Farchan Noor Rahman @efenerr seorang blogger cukup terkenal yang merupakan pegawai P2Humas Kantor Pusat dia jago nulis, jocky, Rahmat Andriansa (saya), Bu Sri, lupa, lupa, Nono Sungkono, lupa, Gathot Subroto @gathoe18, lupa, Ridho, lupa.
dalam frame (dari kiri): Nono Sungkono, Rahmat Andriansa (saya), Jocki, Gathot Subroto, Ridho, Budi, lupa, Sri Sadhono, Harris Rinaldi.
ok, cukup cerita soal pamerannya, selanjutnya yang lebih menarik adalah sharing session bersama pak gatot dan pak dono. oh iya, pak dono atau Sri Sadhono adalah seorang kurator foto, aku juga tidak asing dengan wajah Beliau tapi lupa dia siapa saat pertama melihatnya di pameran. Dalam pameran kali ini Beliau juga yang mengkurasi foto-foto sehingga dapat dipamerkan. Kurator adalah orang penting yang menjembatani suatu karya antara si pembuat karya dan khalayak ramai sebagai penikmat. Kata Kurator berasal dari kata latin cura, curatum yang berarti menjaga, merawat atau seseorang yang menjaga atau memelihara, memperhatikan dan mengawasi segala sesuatu. intinya begini, si Kurator lah yang milih-milih foto untuk dipamerkan, hha..
Sharing Session dilakukan di Gedung B lantai 16 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Pak Dono menceritakan Kenapa saya pilih foto-foto Anda. Kata Beliau untuk membuat suatu pameran foto, hal yang pertama kali dipersiapkan adalah membuat cerita terlebih dahulu (itu yang saya tangkap), jadi begini, misal tema nya adalah Pajak dan Pembangunan, maka foto harus bercerita, sebelum ada pajak, saat pajak dilaksanakan, dilakukan pembangunan, proses pembangunan, hasil dari pembangunan. semua elemen itu harus ada dari foto-foto yang akan dipamerkan. Berikut adalah urutan foto-foto yang masuk dan akan saya coba ceritakan ulang.
gambar-gambar diatas adalah gambar yang muncul di pintu masuk lorong pameran, ketiganya adalah menggambarkan suatu daerah yang membutuhkan pembangunan, pak dono bilang, saya suka dengan foto "kembali ke alam" karya Kelvin Aditya Perdana diatas, katanya itu menggambarkan suasana sebelum adanya pajak. beralih ke halaman berikutnya:
beberapa gambar diatas menggambarkan awal mula pembangunan, kata pak dono dan pak gatot, mereka sangat suka dengan foto karya arief kuswanadji yang berjudul "Pembangunan Pelabuhan Ahmad Yani, Maluku Utara" kata mereka jika ini foto-foto semua dilombakan, maka foto ini akan jadi juara utama, aku langsung nyeletuk, "Mengapa demikian?" kata mereka foto ini bagus, komposisi nya bagus, eye catching, indah juga, jadi ini sempurna. Foto Bagus artinya pesan yang ingin disampaikan foto tersebut sampai kepada orang yang melihat foto. Foto Indah artinya foto itu menyenangkan untuk dilihat, ntah karena komposisi nya bagus, ketajamannya, dsb. Foto Menarik artinya Foto itu memancing untuk orang melihatnya jika dibandingkan dengan foto sejenis atau dikumpulkan bersamaan foto lain dalam frame kecil-kecil. terakhir adalah Foto berbicara. Foto berbicara adalah foto yang bisa menimbulkan banyak cerita ketika melihatnya. ok, lanjut..
diatas adalah foto pembangunan setengah jadi hingga foto suatu pembangunan sudah selesai. foto dengan judul pembangunan tol ngawi hingga pembangunan jembatan Siak IV semua menggambarkan pembangunan setengah jadi, sementara sisanya menggambarkan pembanguan yang sudah jadi. saya terpana ketika Mas Dono meneceritakan keseluruhan foto, sebab kalo mau dirunut ternyata semua foto ada urutannya dalam pameran ini. tapi saya males untuk cerita detail, sampai tulisan ini saja saya udah capek ngetiknya, hha..foto berjudul connected diatas menggambarkan suatu pembangunan yang sudah selesai karena jembatan sudah terhubung, kondisinya siang hari, karena biasa orang bekerja siang hari. selanjutnya foto jembatan genjeran terpilih karena jembatan sudah jadi dan siambil diwaktu sore, mewakili makna pekerjaan sudah selesai karena umumnya jam segitu adalah waktunya pulang kerja. sementara foto jembatan kaliporong menggambarkan suatu pembangunan yang sudah selesai dan sudah bisa digunakan ketika malam hari.
selanjutnya adalah foto-foto yang menggambarkan pembangunan yang sudah jadi dan perlu dirawat. foto dengan judul pajak menembus waktu sudah terlihat jelas kerata yang sudah beroperasi, dan foto dengan judul pajak untuk pendidikan menceritakan pembangunan yang sudah selesai dan harus dirawat.
foto-foto diatas mengambarkan dengan adanya pembangunan maka negara kuat dan bisa membuat pembangunan yang berkelanjutan apabila negara sudah kuat. foto anak SD yang bisa melompat menggambarkan kekuatan, begitu juga foto alutsista, sementara sisanya menggambarkan pembangunan yang berkelanjutan.
kata mas Dono, foto dengan Judul Bayar Pajak adalah roh dari semua foto dipameran ini, tanpa adanya foto ini, kita tidak akan tahu apa maksud dari foto-foto yang ada. satu hal yang disayangkan mas Dono adalah tidak adanya Foto Bagaimana saat pegawai pajak bekerja dalam rangka menghimpun penerimaan yang sedang berinteraksi dengan wajib pajak.
dibagian akhir ini, foto-foto yang muncul adalah foto-foto yang menggambarkan pembangunan yang sudah mencapai pelosok desa tercermin dengan foto sekolah kaki gunung dan berharap pajak bisa menjadi harapan dalam pembangunan Indonesia tercermin dari foto Bingkai Harapan.
ok sekian dulu share dari saya, saya membuat tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi saya dikemudian hari agar saya tahu bagaimana caranya foto kita bisa tembus dalam sebuah pameran foto. intinya tema yang diangkat dalam suatu pameran harus dijadikan cerita yang lebih luas, nah dari cerita ini lah silahkan Anda berpikir foto apa yang harus Anda masukkan yang sesuai tema dan merupakan rangkaian cerita yang sudah dibuat kurator. terima kasih..semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.
ketika mengikuti pameran ini saya mengirimkan dua foto, dan foto yang masuk adalah foto ini:
![]() |
| gambar I. pembangunan jembatan musi IV |
ok cukup cerita soal foto itu, kembali ke topik awal mengenai pameran foto. saat datang ke pameran foto, aku datang cukup pagi, sekitar pukul 6.20 pagi. tempat pameran adalah di Gedung Mar'ie Muhammad kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak lantai 1 ruang galeri, acara nya menurut undangan yang aku dapat adalah pukul 6.30 pagi. setibanya di lokasi pameran aku bertemu tiga orang yang sedang sibuk memasang nama pemilik foto dibawah foto-foto yang ada, disaat aku datang, diantara ketiga orang itu, ada satu orang yang sepertinya familiar menurutku, tapi berhubung aku takut malu karena salah orang, aku diam saja walau sebenarnya aku tahu itu Gathot Subroto, widyaiswara BDK Denpasar yang hobi motret dan sekarang menjadi Brand Ambassador Mirrorless Fujifilm seri X di Indonesia. aku menegur Beliau untuk menanyakan dimana tamu undangan yang lainnya, dan Beliau menjawab "belum pada datang kayaknya mas, mending sampean bantu copotin plastik bingkai ini sekalian pasangin nama-nama fotografer!", "oh siap pak" jawabku. Cukup lama aku hanya diam sambil mencopot plastik bingkai foto disamping Beliau, akhinya sekitar 5 menit kemudian, ada seseorang datang dan langsung menyalami Beliau seraya berkata "Pak Gathot!" aku langsung sumringah dalam hati, karena aku benar, ini pak gathot. langsung saja aku minta foto bareng Beliau, kapan lagi bisa foto bareng Beliau, biasanya kalo ketemu Beliau pasti dalam workshop ramean, tumben-tumben bisa ketemu di kesempatan seperti ini, hhe..
![]() |
| gambar II. aku bersama @gathoe18 |
| gambar III. upacara peringatan hari pajak nasional 2018 di KPDJP |
| gambar IV. Sri Mulyani membuka pameran hari pajak 2018 |
| gambar V. Sri Mulyani ngelukis opo iki? :-D |
| Gambar VI. dari kiri: Robert Pakpahan, Arfan, Sri Mulyani, Pelukis |
| gambar VII. sri mulyani sedang berbincang dengan salah satu kontributor foto |
![]() |
| Gambar VIII. foto bareng Bu Sri |
![]() |
| Gambar IX. peserta pameran |
ok, cukup cerita soal pamerannya, selanjutnya yang lebih menarik adalah sharing session bersama pak gatot dan pak dono. oh iya, pak dono atau Sri Sadhono adalah seorang kurator foto, aku juga tidak asing dengan wajah Beliau tapi lupa dia siapa saat pertama melihatnya di pameran. Dalam pameran kali ini Beliau juga yang mengkurasi foto-foto sehingga dapat dipamerkan. Kurator adalah orang penting yang menjembatani suatu karya antara si pembuat karya dan khalayak ramai sebagai penikmat. Kata Kurator berasal dari kata latin cura, curatum yang berarti menjaga, merawat atau seseorang yang menjaga atau memelihara, memperhatikan dan mengawasi segala sesuatu. intinya begini, si Kurator lah yang milih-milih foto untuk dipamerkan, hha..
Sharing Session dilakukan di Gedung B lantai 16 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Pak Dono menceritakan Kenapa saya pilih foto-foto Anda. Kata Beliau untuk membuat suatu pameran foto, hal yang pertama kali dipersiapkan adalah membuat cerita terlebih dahulu (itu yang saya tangkap), jadi begini, misal tema nya adalah Pajak dan Pembangunan, maka foto harus bercerita, sebelum ada pajak, saat pajak dilaksanakan, dilakukan pembangunan, proses pembangunan, hasil dari pembangunan. semua elemen itu harus ada dari foto-foto yang akan dipamerkan. Berikut adalah urutan foto-foto yang masuk dan akan saya coba ceritakan ulang.
![]() |
| gambar X. foto yang menceritakan sebelum ada pajak |
![]() |
| gambar XI. gambar yang menggambarkan awal mula dilakukan pembangunan |
![]() | |
| gambar XII. foto pembangunan setengah jadi dan jadi |
diatas adalah foto pembangunan setengah jadi hingga foto suatu pembangunan sudah selesai. foto dengan judul pembangunan tol ngawi hingga pembangunan jembatan Siak IV semua menggambarkan pembangunan setengah jadi, sementara sisanya menggambarkan pembanguan yang sudah jadi. saya terpana ketika Mas Dono meneceritakan keseluruhan foto, sebab kalo mau dirunut ternyata semua foto ada urutannya dalam pameran ini. tapi saya males untuk cerita detail, sampai tulisan ini saja saya udah capek ngetiknya, hha..foto berjudul connected diatas menggambarkan suatu pembangunan yang sudah selesai karena jembatan sudah terhubung, kondisinya siang hari, karena biasa orang bekerja siang hari. selanjutnya foto jembatan genjeran terpilih karena jembatan sudah jadi dan siambil diwaktu sore, mewakili makna pekerjaan sudah selesai karena umumnya jam segitu adalah waktunya pulang kerja. sementara foto jembatan kaliporong menggambarkan suatu pembangunan yang sudah selesai dan sudah bisa digunakan ketika malam hari.
![]() |
| gambar XIII. foto yang menggambarkan pembanngunan yang perlu dirawat |
![]() |
| gambar XIV. dengan adanya pembangunan negara kuat |
![]() |
| gambar XV. menggambarkan pembangunan karena adanya pajak |
![]() |
| gambar XVI. pembangunan yang sudah sampai pelosok |
ok sekian dulu share dari saya, saya membuat tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi saya dikemudian hari agar saya tahu bagaimana caranya foto kita bisa tembus dalam sebuah pameran foto. intinya tema yang diangkat dalam suatu pameran harus dijadikan cerita yang lebih luas, nah dari cerita ini lah silahkan Anda berpikir foto apa yang harus Anda masukkan yang sesuai tema dan merupakan rangkaian cerita yang sudah dibuat kurator. terima kasih..semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.












0 komentar